Cinta Rupiah: Bukti Bangsa Mencintai Indonesia

Apa itu ‘Rupiah’? Meskipun kata ini sudah terkenal secara luas di kalangan masyarakat di Indonesia, namun banyak sekali yang menghilangkan identitas dari mata uang tersebut. Karena aku seringkali melihat kreativitas dari masyarkat Indonesia yang melakukan coret-coret pada gambar pahlawan di salah satu mata uang; peredaran dari kreativitas ini telah disebar di media sosial maupun tangan ke tangan (penjual-pembeli), selain itu ada yang menyisipkan Rupiah di sembarang tempat; entah dalam keadaan basah, lecek, maupun terkena tinta.

Kita adalah pengguna Rupiah, tanpanya pun tidak bisa bertransaksi jual-beli atau menikmati produk-produk yang kita inginkan di negara Indonesia. Tetapi, di balik keberlangsungan transaksi menggunakan Rupiah, kita tak pernah menyadari bahkan kita benar-benar sadar, telah melemahkan mata uang negara kita sendiri, menggunakan Rupiah untuk membeli produk luar negeri ataupun menggunakan mata uang asing dalam melakukan transaksi jual-beli.

Background: Google

Kalau kita definisikan kata Rupiah itu adalah nama mata uang resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mata uang Rupiah dicetak dan diatur oleh Bank Indonesia, yang sebagaimana diatur dalam undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 (UU Mata Uang) mengenai penggunaan mata uang Rupiah sebagai alat tukar (jual-beli) yang sah di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Background: Freepik

Rasa kecintaan kita (masyarakat Indonesia) terhadap Rupiah harus dijaga untuk memperkuat ataupun memperkokohkan Rupiah dengan mata uang asing, dengan cara-cara yang sederhana; membeli produk lokal, menjaga keutuhan Rupiah (tidak lecek, tidak coret-coret dst) maupun menggunakan Rupiah untuk melakukan jual-beli. Dengan rasa cinta yang kita tumbuhkan dalam diri, akan dapat mengurangi kebutuhan valuta asing yang memiliki potensi besar dalam mengecilkan nilai Rupiah serta menjaga cadangan devisa negara. Dengan menaruh rasa cinta terhadap Rupiah merupakan bukti nyata dari masyarakat Indonesia tentang kedaulatan negara dan kebanggaan Indonesia serta membantu dalam pengangkatan nama Indonesia di mata dunia, makanya di sini kita (masyarakat Indonesia) memiliki peran penting dalam mewujudkan cita-cita negara.

Sumber: Bank Indonesia

Bank Indonesia pun bergerak dalam mewujudkan ataupun menumbuhkan rasa cinta masyarakat Indonesia terhadap Rupiah, melalui Gerakan Cinta Rupiah untuk mengajak masyarakat Indonesia menunjukan rasa bangga dan cinta terhadap Indonesia. Selain itu, dengan menggunakan Rupiah pada setiap transaksi akan membantu kestabilan nilai tukar Rupiah dan membangun kepercayaan dunia terhadap Rupiah.

Tidak hanya itu saja, lika-liku perjalanan Rupiah pun tidak boleh dilupakan oleh masyarakat Indonesia, karena ia memiliki sejarah yang panjang serta pertentangan dari berbagai pihak tentang mata uang Indonesia. Nama Rupiah seringkali dikaitkan dengan rupee (mata uang India), namun ada beberapa pihak berpendapat bahwa Rupiah dari pelafalan asli Indonesia atau sangat kental dengan pelafalan orang-orang jawa.

Pada masa-masa awal kemerdekaan, Indonesia belum menggunakan mata uang Rupiah tetapi masih menggunakan mata uang resmi Indonesia pada zaman dulu yang biasa dikenal adalah ORI. Mata uang ORI hanya berlaku selama 4 tahun (1945-1949). Bertepatan pada tanggal 8 April 1947, gubernur provinsi Sumatera mengeluarkan rupiah sebagai mata uang Republik Indonesia Provinsi Sumatera (URIPS), dan bertepatan pada 2 November 1949, Indonesia pun menetapkan Rupiah sebagai mata uang kebangsaannya yang baru. Pada tahun 1998 merupakan hal yang pahit bagi Indonesia, karena mengalami krisis ekonomi Asia yang menyebabkan nilai Rupiah anjlok sebanyak 35% dan membawa kejatuhan pada pemerintahan Soeharto.

Rupiah tidak akan pernah punah dari sejarah, dari jatuh bangunnya hingga melahirkan variasi-variasi baru untuk tetap menguatkan Rupiah atau menaruh kepercayaan dunia pada Rupiah. Karena hero jaman now yang tidak lupa akan dari sejarah, serta belajar darinya; tidak harus angkat senjata untuk membawa Indonesia lebiih baik, cukup dengan menaruh rasa cinta dan bangga segala sesuatu yang telah dimiliki Indonesia; merawatnya bukan merusaknya. Agar lebih mengenal lebih jauh tentang Rupiah, aku tutup pemabahasan ini dengan sebuah video sejarah Rupiah, sebagai berikut:

 

 

 

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *