Peran Manusia Dalam Menyelamatkan Kemanusiaan

Setiap pergantian tahun, ada yang merayakannya dengan berpesta di malam puncak pergantian tahun, tetapi di balik itu semua bahwa adanya penderitaan yang mendalam oleh orang lain; kemiskinan masih merajalela, peperangan antar manusia sering terjadi, perampasan hak seringkali dilakukan sehingga kita sebagai manusia lupa akan peran kita sebagai manusia, yang di mana diatur dalam dasar negara Indonesia atau Pancasila pada alinea kedua, yang berbunyi: kemanusiaan yang adil dan beradab. Dalam artian, kita sebagai manusia harus sadar terhadap sikap dan perbuatan manusia yang didasarkan oleh potensi budi dan nurani manusia yang menganut norma-norma dan kebudayaannya. Seperti halnya, Tuhan menciptakan manusia dengan sempurna dan mulia; Tuhan merancang manusia dengan standar ilmiyah; baik fisik maupun non fisik; seperti akal, hati, tanpa kehilangan syahwat dan nafsu hewaniyahnya. Tidak hanya itu saja, manusia pun memiliki gerak mekanik yang indah dan dinamis pada seluruh tubuhnya. Manusia juga makhluk sosial, karena ia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan manusia lainnya.

Manusia yang menghilangkan perannya sebagai manusia, ia melupakan arti kemanusiaan, yang di mana memiliki arti menjaga tali persaudaraan atau tidak melakukan pelanggaran yang merugikan manusia lainnya, sehingga kita menjadi orang yang manusiawi; memperlakukan manusia lainnya dengan nilai-nilai kemanusiaan, yang berarti setiap jiwa harus dihargai atau tidak boleh diperlakukan secara sewenang-wenangnya. Di dunia ini, masih banyak manusia yang lupa akan perannya sendiri, mereka asik dengan kehidupan sendiri dan memperkaya diri sendiri maupun keluarganya sendiri, padahal setiap rezeki yang kita miliki adalah titipan dari Tuhan, yang di mana kita harus sadar terhadap sesama manusia, yang sebagaimana saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lihatlah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau lihat orang yang berada di atasmu. Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” dan Allah subhannalah wa’taalla pun pernah bersabda untuk orang-orang yang dzalim atau tidak peduli tentang sebuah penderitaan yang dialami oleh orang lain, pada Surah Al-Anbiya: 12-14, yang berbunyi, “Maka, ketika mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka lari kalang-kabut dari negerinya itu. (Dikatakan kepada mereka): Janganlah kalian lari kalang-kabut, kembalilah kepada kemewahan yg diberikan kepada kalian dan ke rumah-rumah kalian, agar (nantinya) kalian dapat ditanya. Mereka berkata: “Betapa celaka kami! sungguh kami orang-orang yang zalim”. 

Oleh karena itu, sudah saatnya kita merumuskan keadaan dan menyelamatkan peran kita sebagai manusia. Tidak perlu takut untuk kehabisan harta ataupun kehilangan tahta, kerena Allah mempunyai rencana yang terbaik dari manusia. Dengan berbagi, kita akan melihat kebahagiaan orang lain serta kita akan merasakan kebahagiaan itu juga; karena kebahagiaan orang lain yang kita lakukan akan menghasilkan pahala. Jangan buang waktu kalian untuk berbagi, karena banyak cara-cara yang sederhana, salah satunya memberikan Donasi kepada yang membutuhkan, dan tidak perlu takut untuk memulainya, karena ada Dompet Dhuafa yang akan menyalurkan Donasi ke berbagai daerah di Indonesia maupun negara lainnya yang sedang membutuhkan pertolongan.

Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa Republika adalah lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf, serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga), yang dilansir pada halaman Wikipedia Indonesia.

Sudah saatnya, kita menjadi Pahlawan bagi orang-orang yang membutuhkan, karena mereka membutuhkan sebuah tindakan nyata bukan hanya sekedar tombol like pada akun media sosialmu saja. Seperti hal yang dikatakan oleh Sastrawan yang produktif, Pramoedya Ananta Toer, mengatakan “Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang yang berperasaan dan berpikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan orang yang berjiwa krimial, biarpun dia sarjana.” Inilah sebuah kegelisahan yang mendalam oleh Alm. Pramoedya, dengan melakukan sebuah Donasi merupakan sebuah tindakan nyata yang sederhana dan akan menghantarkan kebahagiaan untuk mereka yang membutuhkan, dengan begitu kita adalah Hero Zaman Now, yang tidak lupa akan penderitaan orang-orang di sekitar.

Jikalau kamu ingin mulai melakukan Donasi di Dompet Dhuafa, maka penulis akan memberitahuan langkah-langkah melakukan donasi untuk mengurangi penderitaan di dunia ini:

1. Kunjungi website

Tahapan: Silakan kamu masuk ke dalam websitenya Di sini , selanjutnya kamu tinggal memilih kategori yang hendak kamu donasikan; Zakat, Sedekah maupun Wakaf.

2. Pembayaran

Tahapan: – Silakan isi jenis donasi pada point satu, dan isi data diri pada point dua. Sedangkan pada point ketiga itu jenis pembayaran kamu dan point keempat itu mulai mendonasikan uang, yang nantinya akan disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan.

3. Kuintansi Donasi

Jika semua proses pembayaran telah selesai, maka kamu akan mendapatkan kuintansi dari donasi kamu di Dompet Dhuafa yang masuk di dalam emailmu.

4. Laporan Penyaluran Dana

Donasi yang pernah kamu salurkan, akan mendapatkan laporan atas penyaluran dana yang pernah kamu lakukan pada bulan sebelumnya. Jadi, donasi yang kita salurkan tepat pada sasaran (orang-orang yang sedang membutuhkan).

Untuk menutup pembahasan kali ini, penulis akan melampirkan sebuah karya tentang hilangnya kemanusiaan di Palestina, seperti di bawah ini:

TIDAK ADA HARI RAYA
: Keluhan Anak Palestina
Karya: OTAK KUSUT

Ibu, kenapa negara kita tidak ada hari raya? 
Tidak ada makanan yang tersaji 
atau pakaian yang baru saja dibeli, 
hanya ada bangunan yang dulu tinggi, kini menjadi rata. 
Rumah yang dulu kita tinggal, kini telah tiada.
Banyak peluru masuk ke dalam tubuh temanku; 
ada darah yang mengalir deras, 
dibasuhkan ke tubuh mereka bahkan orangtuanya berlari-lari tanpa alas kaki. 

Negara kita kenapa bu? Apakah selanjutnya giliranku? 
Ibunya pun terharu: menggenggam tangan anaknya
dengan mendatangi pemakaman massal, 
dan mengatakan bahwa itu hari raya negara kita.

Kamu jangan lupa untuk ikuti akun media sosial dari  Dompet Dhuafadi bawah ini:

Di bulan Kemanusiaan, bahwa dompet dhuafa sudah melakukan renovasi sekolah, seperti video di bawah ini:

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *