Negara Agraris yang Menangis

NEGARA AGRARIS YANG MENANGIS
Oleh: OTAK KUSUT
Pagi sudah mengetuk mata. Waktunya petani bersiap untuk berkerja, agar kebutuhan keluarganya terpenuhi. Hari ini, adalah hari yang tidak biasanya, sebab petani diharuskan menanamkan padi pada tembok-tembok yang hendak dibangun. Petani masa kini, tak lagi memakai kaos untuk bercocok tanam; kini memakai dasi dan jas agar tampil beda dari yang lainnya.
Lahannya pun sudah tidak terbuat dari tanah, melainkan terbuat dari semen yang dibentuk ke atas serta adanya cermin yang besar agar dapat bercermin sepuasnya saat waktu bekerja. Jikalau ia kepanasan, maka ada alat teknologi untuk mendinginkannya.
Petani masa kini hanya pintar bercocok tanam di pasar modal, sehingga dapat berkuasa untuk mengusir petani terdahulu yang masih sederhana; menghargai kebebasan alam, membiarkan alam berbicara serta menyelamatkan lingkungan sekitar. Perampasan lahan seringkali dilakukan oleh petani masa kini, sehingga negara agraris yang menangis akan kekerasan yang dilakukan oleh mereka yang gemar merampas lahan dan merusak lingkungan.
Keangkuhan dunia akan terus bersuara dan akan terus menyengsarakan alam beserta isinya. Maka, tidak akan ada artinya sebuah kemegahan kota, jikalau alam sudah tiada.
—–
Pict Utama: HarianJogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *