Manusia Persimpangan Jalan

MANUSIA PERSIMPANGAN JALAN
Oleh: OTAK KUSUT
Aku adalah karya Tuhan yang dititipkan di dalam rahim ibu, lalu dilahirkan dan dibesarkan. Aku diajarkan dan di didik melalui metode-metode yang mudah dipahami olehku.
Musim silih berganti, seperti sikapku yang mudah berganti-ganti; aku yang dibebaskan untuk menelusuri sang waktu, dan di sana pula orangtuaku mengirimkan doa untukku, agar aku cepat pulang dalam perjalanan yang panjang; karena kuseringkali lupa waktu untuk berpesta pada dunia dan menghilangkan keharmonisan keluarga.
Kuseringkali teringat saat kuterjatuh dari sepeda di waktuku kecil, ibuku berlari untuk memberi pertolongan pertama, tetapi saat ini, aku terlalu sibuk bersama duniaku sendiri sampai kulupa akan kasih sayang yang selalu ibu berikan.
Lalu ku pun teringat saat ayah tiba-tiba membelikan sesuatu untukku hanya untuk menyenangkanku. Selain itu, kauseringkali mengajarkan untuk menyelesaikan tugas sekolahku, tetapi saat ini, di saat kau menyuruhku untuk meminta pertolongan; kutamparkan dengan penolakan, dengan alasan telah lelah dan butuh istirahat.
Penyadaran ini belum terlambat, sebelum Tuhan benar-benar menghapuskan keharmonisan keluarga dengan menghilangkan salah satu anggota keluarga atau lebih. Aku benar-benar telah melangkah jauh, sampai aku pun mengusir orang-orang yang datang untuk memberikan keramaian, tetapi ku tolak lalu memilih kesunyian.
Aku adalah manusia bodoh yang ditertawakan oleh dunia lalu berdiam diri di persimpangan jalan kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *