Puisi: Maut dan Cinta

Maut dan Cinta
Oleh: Heru Emka

Kebanggaanku bagai raja naik tahta
memondong kasihku keperaduan cinta
bersiap menuju negeri mimpimu
gerbangnya rekah membara bibirmu.

(mendadak bergema terompet duka;
kasihan, si Tanti mati muda)

ya Tuhan, wajah ayu kekasih
kelak menjelma tengkorak putih
pingggul dan dadanya padat cemerlang
kan jadi tulan bisu dalam liang

ciuman bertubi kekasih jadi kehampaan
peluk mesranya menimbulkan keresahan
tubuh pualam yang tergolek merayu
mulai mengabur dalam pandangku:

jadi burung gagak
berteriak serak.


14 September 77

*Puisi ini di dalam buku Tanda; sajak-sajak 1976 – 1979, PN Balai Pustaka Jakarta – 1984

*Pict Utama: Google

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *