PROSES KREATIF DALAM MENULIS PUISI

Puisi merupakan salah satu jenis karya sastra. Biasanya, puisi menggunakan kata-kata singkat yang mengandung banyak makna tersirat maupun tersurat. Menulis puisi pun butuh berhari-hari, berbulan-bulan bahkan sampai ada yang bertahun-tahun untuk menciptakan satu puisi saja; karena puisi bukan produk massal yang mudah disebar tanpa ditimbang lalu menghilangkan dari sebuah seni yang ada di dalamnya. Seni yang kumaksudkan; bisa dari typografinya, ritme dari sebuah kata ataupun hal lainnya. Menulis puisi pun sebuah pengungkapan dari isi hati penulis hingga sampai ke hati pembaca. Ada beberapa tahap dalam proses kreatif dalam menulis puisi, di antaranya:

1. PENGGALIAN IDE

Sebuah ide yang digagas oleh seorang penulis adalah faktor finansial. Kenapa dikatakan faktor finansial? Karena sebuah ide itu memiliki nilai yang berharga, dan bagaimana kita menyelamatkan ide kita untuk menjadi sebuah karya dan berguna untuk publik? Kita harus menghargai keberadaan ide. Kehadiran ide bisa kita tangkap melalui lima panca indra; karena ide itu dekat pada diri kita.

2. MENULIS PUISI

Menulislah sesuai kata hatimu bukan hawa nafsumu. Biarkan idemu mengalir dan cepat-cepat tulis sebelum sumbu idemu berhenti di jalan. Tulislah seabstrak mungkin; karena itu hasil kerja dari perkelahian pikiran dan hatimu.

3. SUASANA PUISI

Berikan sebuah suasana dalam puisi. Jikalau suasana hatimu sedang gelap, maka kamu bisa memberikan suasana puisinya gelap juga atau sebaliknya. Tetapi, kamu harus ketahui bahwa puisi itu memiliki ruhnya sendiri; jadi berhati-hati dalam menaruh kata dalam puisinya, karena bila salah peletakkannya akan terasa hambar.

4. MEMILIH DIKSI

Puisi dikenal dengan diksi-diksi yang berat atau susah ditebak atau kata yang tidak pernah terpublikasikan bagi seseorang kurang dalam hal minat membaca. Pemilihan diksi akan mempercantik atau memperhias dalam puisimu sendiri; karena itu lah sebuah tugas dari seorang penyair.

5. PERENUNGAN ATAU PENGEDAPAN

Sebuah perenungan atau pengedapan dalam sebuah puisi pun sebaiknya dilakukan; karena kita harus membaca ulang dan merasakan kehidupan dalam puisi itu dengan menggunakan imajinasi yang kita sendiri. Jika semuanya sudah sesuai yang diharapkan, maka kamu harus melakukan penanyangan ulang (menanyakan ke teman) untuk meminta kritik ataupun saran.

6. REVISI ATAU EDITING

Jika semuanya sudah selesai ditulis, dan melakukan pengedapan. Maka, kamu harus melakukan perbaikkan dari puisi yang sebelumnya telah ditulis secara abstrak dan kamu menghias kembali agar kehidupan puisinya makin menggairahkan.

Mungkin itu saja beberapa proses kreatif dalam menulis puisi, dan kuhanya mengingatkan bahwa puisi itu bukan produk massal yang mudah disebar tanpa ditimbang. Jikalau tujuan menulismu hanya mengharapkan sebuah bayaran lalu bayarannya tidak sesuai dengan pemikiranmu; maka kamu sudah mencederai pemikiranmu sendiri.


Pict: Google

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *