MENJADI PENULIS PROFFESIONAL

Menulis merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang, yang biasa disebut penulis. Menulis bagaikan sebuah media untuk menuangkan pikiran ataupun keresahan pada diri sendiri, selain itu dengan menulis lebih mendekatkan pada diri sendiri. Kita pernah memulai menulis; entah dengan menulis status di media sosial, puisi, cerpen ataupun hal-hal lainnya. Seseorang yang bisa menulis, pasti pernah membaca; karena menulis dan membaca tidak dapat terpisahkan. Beberapa orang ada yang sekedar menulis, dan ada yang mau menekuni di bidang tulis menulis.

Bagi yang ingin menekuni di dalam kepenulisan; pasti akan merasakan jatuh dan bangun, karena untuk menjadi seorang penulis itu tidaklah mudah. Banyak penulis professional yang harus merasakan sakitnya sebuah kritikan, tetapi hal itu bukan menjadi halangan dan jadikan sebuah motivasi dalam diri sendiri. Bagi saya sendiri, kritikan hanya menyakitkan hati tapi menyehatkan pikiran. Jikalau hatimu sakit karena kritikan, tapi coba berpikir kalau di balik sebuah kritikan ada sebuah pembangkitan dalam diri. Jika kamu tetap tidak merasakannya, berarti kamu masih kurang dekat pada diri sendiri. Balik lagi pada judul tentang konten yang akan saya bahas, ada beberapa cara untuk menjadi penulis professional:

1. MEMBACA KARYA PENULIS TERNAMA

Sering-seringlah membaca karya penulis ternama, karena kamu akan masuk ke dalam kepenulisannya. Dengan membaca, kita akan lebih mengetahui proses ia menulis dari alur, tokoh, latar ataupun hal-hal lainnya. Tanpa membaca, kamu tidak tahu bagaimana cara menuliskan sebuah ide atau menuangkan sebuah pikiran dalam kata-kata; karena sebagai penulis, membaca adalah langkah awal untuk segalanya dibandingkan kamu hanya mendengarkan seseorang berbicara.

2. CATAT SEBUAH IDE

Ide adalah harta berharga bagi setiap manusia dan terkadang ide datang secara tiba-tiba tanpa disangka. Ke manapun kamu berpergian, selalu bawa catatan kecil atau membawa handphone untuk mencatat sebuah ide yang datang seketika; karena ide itu jalannya cepat dibandingkan jari yang mengetik.

3. BANYAK-BANYAK BERLATIH

Kemampuanmu bagaikan sebuah pisau; jikalau kamu mendiamkannya akan menumpul dan jikalau kamu mengasahnya akan menajam. Seperti halnya menulis; banyak-banyak menulis untuk mengasah kemampuan dalam menciptakan karya tulis. Entah menulis di blog, media sosial pribadi ataupun media lainnya.

4. TULIS TANPA MENUNDA

Tulis saja yang terlintas di kepalamu dengan media manapun; entah mengetik di layar handphone atau menulis di kertas. Jangan tergoda oleh gangguan di luar kepenulisanmu yang akan menghancurkan konsentrasimu; karena akan membubarkan sesuatu yang dirasakan olehmu. Ketika kamu sudah asik menulis dan kamu akan lebih nyaman oleh kepenulisanmu. Biarkan ide mengalir deras di pikiranmu, biarkan ia berbentuk abstrak dan diperbaiki setelah ide kembali berhenti.

5. CIPTAKAN RITUAL MENULIS

Untuk menjadikan tulisan yang baik itu butuh kesabaran karena menulis tidak langsung jadi. Mie instan aja harus mengalami proses untuk disajikan. Sama halnya, menulis itu tidak instan dan akan mengalami proses yang cukup panjang; butuh ber jam-jam, ber hari-hari, ber bulan-bulan ataupun ber tahun-tahun. Walaupun proses menulis butuh waktu yang lama, tapi jadikan menulis sebagai salah satu aktifitas dalam keseharianmu; terserah mau setengah jam ataupun sampai tiga jam. Tetapi, jika pikiran sudah lelah, maka jangan dipaksakan; karena pikiran juga butuh istirahat.

6. KONSENTRASI

Menulis akan kurang baik, jika ada sebuah gangguan yang menghancurkan konsentrasimu. Menulislah di tempat yang menurutmu nyaman; karena sebuah kenyamanan akan membuatmu lebih fokus pada tujuan awalmu.

7. RENCANAKAN

Ada beberapa penulis yang telah merencanakan sesuatu yang akan ditulis. Biasanya, ia akan menulis dari ide-ide yang pernah dicatat sebelumnya ataupun ia sudah mempunyai ide pada hari yang sama dan ditulis pada jam berikutnya (menunggu waktu senggang).

8. BEREKSPERIMEN

Beberapa buku yang kamu baca sebelumnya itu dijadikan sebuah referensi untuk dilakukan oleh gaya kepenulisanmu nanti. Misalnya penulis A alurnya A, dan penulis B alurnya B dan Penulis A tokohnya A, dan penulis B alurnya B. Maka, kamu bisa menggabungkan dari gaya kepenulisnya; kamu merangkai alur dengan penulis A dan tokohnya dari B.

9. REVISI

Pada tahap ini adalah sebuah perbaikkan dalam tulisan abstrak atau awalan. Biasanya, penulis akan langsung menulis saat ide datang, maka dari hal itu akan ada sebuah perbaikkan atau vermak dalam tulisan awalmu agar lebih baik dari tata bahasa, ataupun hal lainnya.

10. BERUSAHALAH LEBIH KOMUNIKATIF

Kamu bisa melihat gaya kepenulisan seseorang dengan membaca; ada yang baku, serius, santai atau yang lainnya. Tetapi, kamu harus tahu target pembacamu dan menulislah sesuai targetmu; karena akan lebih komunikatif atau pembaca bisa memahami dan mengerti pesan yang disampaikan olehmu.

Melalui beberapa proses dalam menyajikan tulisan yang baik akan mengasah kemampuan kepenulisanmu dan yang terpenting produktif dan tetap berkarya; karena sebuah karya akan abadi dalam diri penulis serta biarkan dunia menulis namamu.


Pict: Google

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *